Belajar dari Superoritas Orangtua Prancis Bagian 3

generasimaju.com – Inilah hasil pengamatan Druckerman yang kebanyakan dilakukan terhadap teman-teman ataupun tetangganya, kelas menengah, di Paris:

  • Anak batita Prancis bisa betah duduk di kursi tinggi, menunggu makanannya dihidangkan. Mereka ratarata suka ikan dan sayur. Meja mereka boleh jadi kotor, tetapi kotorannya tidak berantakan ke mana-mana, karena anak Prancis tidak melemparlempar makanan.
  • Kalau yang berkunjung ke rumahnya adalah keluarga Amerika, sebagian waktu akan habis untuk melerai anak-anak yang bertengkar mulut, menolong mereka duduk di sekeliling meja dapur, atau samasama duduk di lantai untuk menemani mereka bermain Lego.
  • Sebaliknya kalau yang bertandang adalah keluarga Prancis, si orangtua bisa duduk-duduk sambil minum kopi dan ngobrol, karena anak-anak mereka tidak masalah jika bermain sendirian tanpa ditemani.
  • Orangtua Prancis menyadari pentingnya stimulasi bagi anak, tetapi tak perlu sepanjang hari.
  • Sejak usia batita, anak-anak Prancis dibiarkan menjelajah sendiri di area terbatas yang sudah didesain dengan berbagai stimulasi. Mereka jadi terbiasa beraktivitas tanpa harus selalu ditemani orangtua.
  • Malam hari adalah waktu milik orangtua. Anak-anak boleh ikut kalau mereka mau. Anak-anak Prancis tak masalah bermain sendirian, sementara orangtuanya bersantai atau melakukan aktivitas lain di malam hari.
  • Kalau orangtua Prancis sedang berbicara dengan orang lain dan anak merengek minta perhatian, dengan manis dan sopan tetapi sungguh-sungguh si orangtua akan bilang, “Sebentar ya Sayang, tunggu 2 menit, aku sedang bicara.”
  • Anak-anak Prancis hanya boleh makan snack sekali dalam sehari, biasanya pukul 16.00-16.30. Bolak-balik membuka kulkas untuk mengambil makanan kapan saja bukanlah kebiasaan mereka.
  • Orangtua Prancis sangat menekankan “cadre” atau “frame” yang berarti anak-anak harus dibatasi secara tegas dalam hal-hal tertentu.

Namun, dalam batasan yang ditetapkan, anakanak Prancis diberi kepercayaan, kebebasan, dan otonomi. Otoritas menjadi hal yang paling menonjol dalam gaya pengasuhan Prancis. Jika dirasa perlu, orangtua Prancis tak akan sungkan mengatakan “tidak” atau “jangan” dengan nada yang tenang, meyakinkan, dan sungguh-sungguh.